Author Archive for aditya06

22
Aug
09

Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 3 dari 4 Tulisan)

oleh: Al Ustadz Qomar ZA hafizahullohu.

Asal permasalahan ini yaitu bahwa Alloh Ta’ala mengaitkan hukum-hukum syar’i dengan nama hilal (bulan sabit) dan syahr (bulan) seperti hukum puasa, berbuka, dan menyembelih. Alloh Ta’ala berfirman:

يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ اْلأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang hilal-hilal. Katakanlah itu untuk manusia dan untuk (ibadah) haji.” (Al-Baqarah: 189)

Alloh Ta’ala terangkan bahwa itu adalah waktu-waktu bagi manusia dan haji. Alloh Ta’ala berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. أَيَّامًا مَعْدُوْدَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنَ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُوْمُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Baqarah: 183-185)

Continue reading ‘Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 3 dari 4 Tulisan)’

22
Aug
09

Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 2 dari 4 tulisan)

oleh Al Ustadz Qomar ZA hafizahullohu.

Hal yang serupa dinyatakan juga oleh As-Sindi dan Al-Albani sebagaimana akan nampak dalam penjelasan yang akan datang. Jadi ini bukan tugas atau urusan individu atau kelompok tapi ini adalah urusan pemerintah. Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullohu menyebutkan sebuah hadits dalam Silsilah As-Shahihah (1/440):

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ

“Puasa adalah hari puasanya kalian, berbuka adalah hari berbukanya kalian dan ‘Iedul Adha adalah hari kalian menyembelih.” (Shahih, HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullohu dalam Ash-Shohihah, no. 224)

Beliau melanjutkan menerangkan hadits itu, katanya:

”At-Tirmidzi berkata setelah menyebutkan hadits itu: ‘Sebagian ahlul ilmi menafsirkan hadits ini, mengatakan bahwa maknanya adalah berpuasa dan berbuka dilakukan bersama jamaah dan kebanyakan manusia’.”

Continue reading ‘Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 2 dari 4 tulisan)’

22
Aug
09

Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 1 dari 4 tulisan)

oleh: Al Ustadz Qomar ZA hafizahullohu.

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa satu-satunya cara yang dibenarkan syariat untuk menentukan awal bulan adalah dengan ru’yah inderawi, yaitu melihat hilal dengan menggunakan mata. Lalu bagaimana dengan adanya perbedaan jarak antara tempat yang satu dengan lainnya, yang berakibat adanya perbedaan tempat dan waktu munculnya hilal? Inilah yang kita kenal dengan ikhtilaf mathali’. Apakah masing-masing daerah berpegang dengan mathla’-nya (waktu munculnya) sendiri ataukah jika terlihat hilal di satu daerah maka semuanya harus mengikuti ? Disini terjadi perbedaan pendapat. Dua pendapat telah disebutkan dalam pertanyaan di atas dan pendapat ketiga bahwa yang wajib mengikuti ru’yah tersebut adalah daerah yang satu mathla’ dengannya.

Dari ketiga pendapat itu, nampaknya yang paling kuat adalah yang mengatakan bahwa jika hilal di satu daerah terlihat maka seluruh dunia harus mengikutinya. Perbedaan mathla’ adalah sesuatu yang jelas ada dan tidak bisa dipungkiri. Namun yang menjadi masalah, apakah perbedaan tersebut berpengaruh dalam hukum atau tidak? Dan menurut madzhab yang kuat perbedaan tersebut tidak dianggap.

Continue reading ‘Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 1 dari 4 tulisan)’

17
Aug
09

Ganyang Malaysia, Semangat dan Seruan Jahiliyah Gaya Baru

ganyanghitam

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa yang berperang dibawah panji-panji Jahiliyah, terbakar amarahnya karena fanatisme golongan, menyeru kepada fanatisme golongan atau menolong atas dasar fanatisme golongan, lalu mati, maka kematiannya adalah kematian jahiliyah.”

(HR. Muslim, Ahmad dan An Nasa’i).

Akhir-akhir ini kita begitu sering mendengar slogan-slogan “Ganyang Malaysia” khususnya di dunia maya seperti internet. Banyak situs dan blog saling serang dan saling melempar umpatan. Banyak juga situs-situs Malaysia bahkan yang sangat vital sekalipun menjadi sasaran serangan hacker Indonesia. Jika kita amati dua negeri ini adalah negeri Muslim. Namun mengapa justru perseteruan seperti ini yang terjadi, satu sama lain saling mengejek dan mengumpat, belum lagi serangan-serangan hacker yang marak bermunculan.

Continue reading ‘Ganyang Malaysia, Semangat dan Seruan Jahiliyah Gaya Baru’

17
Aug
09

Hakikat Jihad (3): Niat Yang Ikhlas Karena Alloh

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Alloh dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Alloh) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Alloh. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Hajj: 78).

Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mengetahui tentang keutamaan jihad fi sabilillah dan satu point lagi berupa ancaman bagi orang yang meremehkannya. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bagaimana hukum jihad bom bunuh diri, kita masih perlu membahas beberapa point dulu sebelum sampai pada pembahasan tersebut. Insya Alloh, kali ini kita akan membahas tentang “Niat yang Ikhlas Karena Alloh” mengingat Jihad, sebagaimana pula amalan-amalan lainnya, memerlukan niat yang ikhlas dan benar dalam mengerjakannya serta menjadikan Alloh sebagai satu-satunya sandaran dalam mengerjakan amalan tersebut.

Continue reading ‘Hakikat Jihad (3): Niat Yang Ikhlas Karena Alloh’

16
Aug
09

Puasa itu Nggak Berat

national-mosque-of-brunei-bru001

Ibadah puasa berat? Wah itu mah nggak bener banget tau. Apalagi sampe nggak puasa. Hanya kemalasan, kurang iman dan tidak ikhlas yang melahirkan keengganan untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan. Bukan lantaran ketidakmampuan. Remaja-remaja seumuran kamu, sebenarnya ‘sangat’ kuat untuk menyelesaikan ibadah yang mesti menjauhi makan dan minum seharian. Buktinya, adik-adik kecil ternyata mampu menahan diri dari makan dan minum. Masak kita yang sudah nggak ingusan lagi ngerasa berat. Malu kan?!

Ada beberapa alasan, kenapa puasa tidak boleh dianggap berat oleh kaum Muslimin umumnya, dan oleh para remaja secara khusus. Sebelum dijelaskan alasan-alasan tersebut, perlu juga diingat-ingat dasar kewajiban puasa Ramadhan dari Al Qur’an yakni Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Continue reading ‘Puasa itu Nggak Berat’

31
Jul
09

Hakikat Jihad (2): Bahaya Meremehkan Jihad

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Alloh menyesatkannya berdasarkan ilmu-Nya dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan pada penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh (membiarkannya sesat). Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al Jaatsiyah: 23).

Sebagaimana pembahasan sebelumnya, Jihad Fi Sabilillah mempunyai berbagai keutamaan yang besar terlebih lagi ia merupakan amalan tertinggi dalam syari’at Islam. Mengingat besarnya keutamaan tersebut maka ada konsekuensi bagi siapa saja yang meremehkannya. Jika amal ibadah yang lain saja yang lebih ringan dari Jihad kita tidak boleh menganggap remeh, bagaimana dengan amalan yang satu ini, yang merupakan ruhiyah Islam. Insya Alloh pada kesempatan ini kita akan mengangkat permasalahan tentang “Bahaya Meremehkan Jihad”

Continue reading ‘Hakikat Jihad (2): Bahaya Meremehkan Jihad’

30
Jul
09

Hakikat Jihad (1): Keutamaan Jihad Fi Sabilillah

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Dan berjihadlah kamu di jalan Alloh dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Alloh) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Alloh. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Hajj: 78).

Bom meledak lagi dan lagi-lagi sang pelaku (atau lebih tepat disebut dalang) beralasan jihad fi sabilillah. Negeri yang telah aman, damai dan tenteram selama kurang lebih 4 tahun secara tiba-tiba berubah menjadi kacau dan mencekam karena serangan bom bunuh diri. Ketenteraman selama 4 tahun pun sirna oleh tindakan yang sangat tidak dibenarkan oleh syari’at. Alasan jihad sama sekali tidak bisa dibenarkan dalam kasus ini. Di satu sisi, memang jihad memiliki keutamaan bahkan orang yang meremehkannya pun sampai mendapat ancaman yang berat. Tetapi di sisi lain kita juga harus melihat seberapa tepatkah jihad itu bisa dilaksanakan, khususnya jihad dalam bentuk peperangan untuk memerangi kaum kuffar. Insya Alloh pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Hakikat Jihad dan akan disajikan dalam beberapa bagian. Adapun yang menjadi pembahasan pertama kita adalah tentang Keutamaan Jihad Fi Sabilillah.

Continue reading ‘Hakikat Jihad (1): Keutamaan Jihad Fi Sabilillah’

23
Jun
09

Sifat Ar Rahmaan dan Ar Rahiim

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Fatihah: 3).

 

Imam Al Qurthubi rohimahullohu berkata:

“Alloh menyifati diri-Nya dengan ar-Rahmaan dan ar-Rahiim setelah Rabbul ‘aalamin, untuk menyertai anjuran (targhiib) setelah peringatan (tarbiib) sebagaimana Firman-Nya:

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الألِيمُ

“Kabarkan kepada hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hijr: 49-50).

Dan juga Firman-Nya:

إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya Robb-mu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An’aam: 165).”

(Tafsir Al Qurthubi, I/139)

Continue reading ‘Sifat Ar Rahmaan dan Ar Rahiim’

10
Jun
09

Menyikapi Buku-Buku Karya Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni

Dari Huzdaifah bin Al Yaman rodhiyallohu ‘anhu, beliau berkata:

“Orang-orang bertanya kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena takut jangan-jangan menimpaku, Maka aku bertanya, “Ya Rosululloh kami dahulu berada di zaman jahiliyah dan keburukan, lalu Alloh memberikan kami kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini ada keburukan?” Beliau menyawab, “Ya.” Aku bertanya, “Dan apakah sesudah keburukan itu ada kebaikan?” Beliau menjawab, “Ya, dan ada padanya kabut!” Aku bertanya lagi, “Apa kabut itu?” Beliau menjawab, “Satu kaum yang mengikuti teladan selain sunnahku dan mengambil petunjuk selain petunjukku, kamu menganggap baik mereka dan kamu pun mengingkarinya.” Aku bertanya lagi, “Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan lagi?” Beliau menjawab, “Ya, para da’i yang mengajak ke pintu-pintu neraka (jahannam)! Barangsiapa yang menerima ajakan mereka, niscaya mereka menjerumuskan ke dalam neraka.” Aku bertanya lagi, “Ya Rosululloh beritahulah kami sifat-sifat mereka?” Beliau menjawab, “Mereka dari kaum kita dan berbicara dengan bahasa kita.” Aku bertanya lagi, “Ya Rosululloh, apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya?” Beliau menjawab, “Berpegang teguhlah pada jama’ah kaum Muslimin dan Imamnya.” Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imam?” Beliau menjawab, “Hindarilah semua kelompok itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga kematian menjemputmu dalam keadaan seperti itu.”

(HR. Bukhari dalam Fathul Baari (6/615-616) dan Muslim (no. 1847)).

 

Berbicara tentang sosok Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni, seorang penulis kondang yang kini digandrungi oleh sebagian besar kaum Muslimin sepertinya tidak akan lengkap bila kita tidak menguraikan tentang apa saja karya tulis yang telah beliau buat. Memang kita semua mengenal karya tulis beliau yang berjudul “La Tahzan” tapi apakah kita mengenal tulisan-tulisannya yang lain? Aidh Al Qarni memiliki banyak karya tulis dan kaset-kaset ceramah. Namun yang akan kita bahas disini Insya Alloh akan fokus kepada karya tulis yang dibuat olehnya dan bagaimana sikap kita terhadap karya-karyanya, terutama yang sudah banyak beredar di masyarakat dan terlanjur disukai oleh banyak kaum Muslimin.

Continue reading ‘Menyikapi Buku-Buku Karya Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni’




Kalender

November 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Arsip

Categories

Blog Stats

  • 13,055 hits

Pengunjung dari Berbagai Wilayah