Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Fatihah: 3).
Imam Al Qurthubi rohimahullohu berkata:
“Alloh menyifati diri-Nya dengan ar-Rahmaan dan ar-Rahiim setelah Rabbul ‘aalamin, untuk menyertai anjuran (targhiib) setelah peringatan (tarbiib) sebagaimana Firman-Nya:
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الألِيمُ
“Kabarkan kepada hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hijr: 49-50).
Dan juga Firman-Nya:
إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya Robb-mu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An’aam: 165).”
(Tafsir Al Qurthubi, I/139)
Kemudian beliau juga berkata, “Ar Rabb merupakan peringatan, sedangkan ar-Rahmaan dan Ar Rahiim merupakan anjuran.”
Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, “Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Seandainya seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Alloh, niscaya tidak ada seorang pun yang bersemangat untuk meraih Surga-Nya. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Alloh , niscaya tidak ada seorang pun yang berputus asa dari rahmat-Nya.”
(HR. Muslim (no. 2755 (23)), At Tirmidzi (no. 3542), Ahmad (no. 8396, 9153, 10285), Shahiih at-Targhiib (no.3379). Hadits ini terdapat dalam Shahih Muslim, IV/2109).
Penjabaran diatas adalah sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Katsir rohimahullohu dalam Tafsir Beliau, kemudian kita bisa mendeskripsikan makna Ar Rahmaan dan Ar Rahiim itu sendiri sebagai berikut.
Makna Ar Rahmaan.
Sifat ini termasuk dalam Asma’ Wa Shifat yang artinya adalah Yang Mahapengasih (Pemurah). Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الرَّحْمَنُ عَلَّمَ الْقُرْآنَ خَلَقَ الإنْسَانَ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
“(Robb) Yang Maha Pemurah. Yang Mengajarkan Al Qur’an. Yang Menciptakan Manusia. Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. “ (QS. Ar Rahmaan: 1-6).
Ayat ini adalah penguat atau penegasan atas Firman-Nya dalam surat Al Fatihah ayat 3 yang kita bahas ini, yakni merupakan bentuk penyifatan (sebagaimana disebut oleh Al Qurthubi) sekaligus pujian dan rasa syukur kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam ayat yang lain, Alloh berfirman:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al A’raaf: 156).
Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rohimahullohu berkata:
“Segala nikmat dan kebaikan, seluruhnya berasal dari rahmat dan kemurahan-Nya. Segala kebaikan, baik duniawi maupun ukhrawi, semuanya berasal dari rahmat-Nya.”
(Tafsir As Sa’di, V/621).
Pada bagian yang sama beliau juga berkata:
“Bahwasannya Robb bersifat rahmat, kebaikan (yang melimpah), pemurah, sangat pemurah dan menunjukkan atas rahmat-Nya yang luas dan pemberian-Nya yang menyeluruh terhadap semua yang ada sesuai dengan hikmah-Nya. Dan dari itu semua Dia memberikan prioritas kepada orang-orang yang beriman dengan jatah yang lebih banyak dan bagian yang lebih sempurna.”
Alloh Subhannahu Wa Ta’ala berfirman:
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Bacalah, dan Robbmu-lah Yang Mahapemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 3-5).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullohu berkata:
“Dia memberi nama dan menyifati dirinya dengan kemurahan dan bahwasannya Dia-lah Yang paling pemurah sesudah memberikan kabar bahwa Dia-lah yang menciptakan, agar jelas bahwa hanya Dia-lah yang memberi nikmat kepada semua makhluk dan menyampaikan mereka kepada tujuan yang terpuji.”
(Fataawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, XVI/293-296)
Makna Ar Rahiim.
Sama dengan Ar Rahmaan, sifat Ar Rahiim juga termasuk di dalam Asma’ Wa Shifat yang artinya Maha Penyayang.
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
“Dan Alloh memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan Alloh sangat penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imran: 30).
Ibnu Katsir rohimahullohu berkata dalam tafsirnya:
-
Alloh memperingatkan kita dengan siksa-Nya kemudian Alloh memberikan dorongan kepada hamba-Nya agat tidak berputus asa dari rahmat-Nya.
-
Berkata Imam Hasan Al Bashri, “Diantara bentuk kasih sayang Alloh kepada mereka adalah peringatan yang Alloh berikan agar mereka takut kepada-Nya.”
-
Imam Ath Thabari (VI/202) berkata, “Maksudnya, Alloh sangat penyayang kepada seluruh makhluk-Nya, dan menginginkan agar mereka tegak di atas jalan-Nya yang lurus, agama-Nya yang benar dan mengikuti Rosul-Nya yang mulia.
Disini terlihat jelas bahwa Alloh Subhanahu Wa Ta’ala sangat penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa dalam bentuk peringatan agar tidak terjerumus ke dalam dosa dan maksiat.
Dari pembahasan ini kita bisa ambil faidah bahwasannya Alloh memiliki sifat rahmat dengan memberikan segala kebaikan-Nya kepada seluruh umat, namun menjadikan orang-orang yang beriman dan bertakwa sebagai prioritas. Selain itu, Alloh juga memiliki sifat penyayang (Ar Rahiim) dalam bentuk menjaga kita agar tidak terjerumus ke dalam dosa dan maksiat. Allohu A’lam.
Referensi:
-
Al Qur’an dan Terjemahan (Hadits Web 3.0)
-
Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani. 2004. Syarah Asma’ Wa Shifat Alloh. Pustaka Imam Asy Syafi’i Bogor.
-
Syafiyyurahman al-Mubarakfuri. 2009. Shahih Tafsir Ibnu Katsir (jilid 1). Pustaka Ibnu Katsir Jakarta.
-
Syafiyyurahman al-Mubarakfuri. 2009. Shahih Tafsir Ibnu Katsir (jilid 2). Pustaka Ibnu Katsir Jakarta.



.jpg)



0 Responses to “Sifat Ar Rahmaan dan Ar Rahiim”