01
Jun
09

Jagalah Lisanmu!

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al Mu’minuun: 1-3).

 

Seringkali kita tak menyadari pembicaraan yang kita lakukan sendiri. Berapa banyak pembicaraan kita yang memiliki nilai manfaat dan berapa banyak pula yang sama sekali tidak bermanfaat. Namun, kita justru memiliki kecenderungan untuk membicarakan sesuatu hal yang sama sekali tidak bermanfaat, bahkan tak jarang pembicaraan kita malah terbawa pada gossip dan memfitnah orang lain. Sebagaimana ayat di atas, di antara ciri-ciri seorang mukmin adalah menjaga lisannya dari perkataan-perkataan yang tidak berguna. Tapi seringkali kita malah terjerumus atau menjerumuskan diri kedalamnya.

Kelihatan Sepele.

Masalah Lisan memang kelihatannya sepele, tetapi ia mempunyai konsekuensi yang sangat besar. Ya, lisan kita bisa memberi manfaat bagi orang lain namun ia juga bisa menjadi pisau tajam yang siap menghujam. Kapankah ia menjadi pisau tajam yang mematikan? Manakala ia digunakan untuk sesuatu yang bisa menyinggung dan menyakiti orang lain, seperi mencela, berkata-kata kasar dan kotor, menggunjing, menyebar gossip, hasutan dan yang semisalnya.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqan: 72).

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“………dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12).

Dari Mughirah bin Syu’bah rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya Alloh mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu, menguburkan anak perempuan hidup-hidup dan suka menahan (hak orang lain) dan meminta sesuatu yang bukan haknya dan Dia membenci kalian menyebarkan gosip, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.”

(HR. Bukhari  (al-Fath, 2408) dan Muslim).

Sesungghunya nafsu akan selalu mengajak kepada kejelekan, dia juga akan selalu mengajak untuk menyebarkan isu/gossip karena menyukai keduanya. Semua itu adalah sejelek-jeleknya  kesenangan dan hobby, dikarenakan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala membencinya.

Dari Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Bukanlah seorang mukmin, orang yang suka mencela, melaknat, berbuat kekejian, dan mengucapkan kata-kata kotor.”

(HR. Ahmad, Ibnu Syaibah, Bukhari dalam Ash Shahihah no. 320).

Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda,

”Sesunguhnya kedua penghuninya sedang disiksa, dan tidaklah mereka disiksa karena masalah besar. Adapun yang pertama, dia tidak bersembunyi/bersuci dari air kencingnya, sedangkan yang lainnya, dia suka mengadu domba.”

(HR. Bukhari, I/65 dan Muslim, 292).

Melakukan perbuatan mengadu domba, mencela, melaknat, berkata-kata kotor kepada saudaranya dan menyebarkan gossip memang sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Seakan-akan semua itu dianggap biasa oleh mereka padahal perbuatan-perbuatan tersebut sangatlah berbahaya dan termasuk perbuatan yang sangat dibenci oleh Alloh dan Rosul-Nya.

 

Jagalah Lisanmu, Surga Menantimu.

Menjaga lisan dari perbuatan-perbuatan maksiat tersebut memang rasanya sulit. Tetapi sesulit apapun itu niscaya ia mengandung faidah yang besar. Perhatikan hadits berikut.

Dari Sahal bin Sa’ad rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa menjamin untukku apa yang ada diantara kedua dagunya (lisan) dan apa yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin untuknya surga.”

(HR. Bukhari dalam Al Fath, no.6474).

Ya, janji masuk surga dari Nabi kita Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bagi siapa saja yang bisa menjaga lisannya. Selain itu, menjaga lisan juga termasuk jihad bahkan ia termasuk jihad yang utama.

Dari Fudhalah bin Ubaid rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

“Seorang mujahid adalah orang yang memerangi nafsunya demi taat kepada Alloh.”

(HR. Ahmad dalam Silsilah Ash Shahihah, no. 539).

Dari Abu Dzar rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Sebaik-baik jihad adalah memerangi hawa nafsumu demi Dzat Alloh.”

(HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, ad-Dailami dan lainnya. Kitab Ash Shahihah, no. 1406).

Disini disebutkan “jihad melawan hawa nafsu” karena hawa nafsu yang akan membawa kita kepada perkara-perkara mungkar termasuk menggunakan lisan untuk melakukan perbuatan keji dan dosa. Hendaknya, walaupun terasa berat dan sulit, kita berusaha untuk menjaga lisan kita dari perbuatan-perbuatan tersebut agar kita termasuk orang-orang yang diridhai Alloh dan Rosul-Nya.

Allohu A’lam.


1 Response to “Jagalah Lisanmu!”


  1. June 7, 2009 at 10:13 am

    mohon menyalin tulisan saudara untuk diterbitkan di blog saya pada hari selasa ini. terimakasih

    Response:

    With Pleasure, Go Ahead.
    Dengan senang hati ana izinkan anta untuk menyalin tulisan ini


Leave a Reply




Kalender

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip

Categories

Blog Stats

  • 13,055 hits

Pengunjung dari Berbagai Wilayah