Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
هَا أَنْتُمْ أُولاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الأنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Alloh mengetahui segala isi hati”"
(QS. Ali ‘Imran: 119).
Sudah sering kita mendengar penderitaan Yahudi pada masa Perang Dunia II. Mereka ditindas, disiksa, dibantai, dan dipaksa keluar dari Eropa oleh Nazi Jerman. Itu yang sering terdengar. Namun, sebenarnya, mereka malah tertolong dengan ulah Nazi Jerman. Tujuan mereka tercapai karena aksi kejam Nazi Jerman. Koq bisa?
Awal: Konspirasi Menguasai Dunia
Awal dari semua kembali ke tahun 1773 Di Jaudenstaat, Frankfurt, Bavaria, di kediaman Sir Mayer Amschell Rotchschild bertemulah 13 keluarga Yahudi berbengaruh. Saat itu Rotschild melontarkan dua rencananya. Pertama, menyusun 25 program penguasaan dunia yang kemudian kita kenal sekarang sebagai Protokolat Zionis. Yang kedua, Rotschild menyebut nama Adam Weishaupt untuk mendirikan dan memimpin organisasi konspiratif modern bernama illuminati. Pertemuan Frankfurt ini menyepakati, mereka harus menemukan kembali harta karun King Solomon yang mereka yakini terbenam dalam reruntuhan Haikal Sulaiman yang ada di bawah Masjid Al Aqsha di Jerusalem.
Caranya adalah dengan merebut Jerusalem dari tangan bangsa Palestina yang sudah ribuan tahun mendiaminya. Masalahnya, bagaimana cara merebut Jerusalem dari bangsa Arab?
Theodore Herzl menjawab dengan mendirikan gerakan zionis. Kongres Zionis pertama di Basel pada 1897 menelurkan tujuan gerakan Zionisme: membentuk Negara Yahudi di Palestina yang terlindungi secara hukum.
Bertepuk Sebelah Tangan
Sayang, ide Herzl yang menyeru bangsa Yahudi untuk migrasi ke Palestina tak mendapat dukungan banyak. Bangsa Yahudi sudah menjadi dinasti keluarga-keluarga berpengaruh di Eropa. Mereka sudah lama hidup dalam kenikmatan yang mapan. Walaupun demikian, pembentukan Negara khusus ini tetap dijalankan. Pada 1917, saat Perang Dunia I, Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang menyatakan dukungan Inggris bagi berdirinya kampung halaman bagi bangsa Yahudi. Antara 1918 – 1923, datanglah sekitar 35.000 Yahudi, terutama dari Rusia.
Nampaknya, Yahudi masih juga ogah-ogahan dengan ide kembali ke ‘kampung halaman’ ini. Ide ‘kembali ke Palestina’ bukanlah pemikiran utama seluruh orang Yahudi saat itu. Salah satu buktinya adalah debat antara pemimpin Zionisme Amerika, Louis Brandeis dan Dr. Chaim Weizman, seorang yang berjasa dalam menelurkan deklarasi Balfour. Weizmann tentu saja sepakat dengan ide sebuah Negara politik Yahudi. Ide Brandeis lebih sederhana, ia hanya memikirkan bagaimana bangsa Yahudi dapat hidup bersama dalam suatu tempat, tanpa memikirkan bagaimana mereka menjadi sebuah bangsa dan Negara yang bersifat politik. Pengaruh Weizmann menjadi lebih kuat. Kubu Brandeis tetap bertahan. Sampai pecah Perang Dunia II, Yahudi Amerika lebih suka membantu saudara mereka yang di Eropa daripada saudara mereka yang ada di Palestina.
Imigrasi harus terjadi
Tanggapan bangsa Yahudi yang ogah-ogahan dengan ide Zionisme membuat para konspirator busuk ini memikirkan jalan keras dan tegas. Imigrasi Yahudi ke Palestina harus melalui pemaksaan. Harus ada kondisi yang memaksa seluruh orang-orang Yahudi di seluruh dunia ini agar mau pindah ke Palestina. Salah satu tokoh yang dijagokan adalah Karl Ernst Haushofer. Haushofer adalah Yahudi Jerman yang lahir dari keluarga Yahudi. Haushofer berkarir di ketentaraan Jerman. Ia menjadi perwira tinggi Angkatan Perang Kerajaan Jerman dan menjadi dosen di Akademi Militer Bavaria.
Haushofer sempat melawat ke Jepang dan negeri Timur Jauh lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk mempelajari sistem ketentaraan Jepang. Dari perjalanannya ini, ia mendapatkan sumber-sumber bagi teori Geopolitik-nya yang menjadi ide Lebensraum Nazi. Setelah pensiun dari ketentaraan pada 1919, Haushofer menjadi direktur Institut Geopolitik di Universitas Munich.
Sebagai seorang profesor Geopolitik dan mantan pejabat tinggi militer, Haushofer mempunyai pengaruh besar di Angkatan Perang Jerman, dan tentu saja Hitler. Kepada Hitler, Haushofer menyodorkan teori Geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya. Buku karangan Hitler, Mein Kampf, dilatarbelakangi teori yang dikemukakan Haushofer. Menurut Haushofer, agar bangsa Jerman bisa menjadi bangsa terkuat di dunia, maka ras Arya harus memurnikan dirinya dan menyingkirkan semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini.
Berkat pengaruh dari Haushofer inilah, ketika Nazi berkuasa, maka dilakukanlah pemurnian ras Arya secara besar-besaran. Semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini dikejar-kejar dan dihancurkan, secara khusus orang Yahudi yang memang banyak mendiami wilayah Jerman menjadi target utama. Secara diam-diam, Haushofer memprovokasi Hitler agar terus mengejar dan mengusir orang-orang Yahudi dari Jerman dan kawasan sekitarnya.
Dengan gemilang, Haushofer berhasil mendekati Hitler dan mendorong imigrasi Yahudi Eropa ke Palestina. Haushofer adalah pion ideologis imigrasi Yahudi Eropa ke Palestina. Langkah-langkah praktis-taktis Zionis Internasional dan Zionis Jerman dalam mengusung imigrasi bangsa ini ke Palestina pun terjalin mesra dengan Nazi. Mei 1942, para pemimpin Zionis bertemu di Hotel Biltmore, New York menuntut sebuah Persemakmuran Demokratis Yahudi -dengan kata lain sebuah negara- di seluruh barat Palestina sebagai bagian dari tata dunia baru setelah Perang Dunia II. Akhirnya, aksi Nazi -dengan sumbangsih Haushofer- meyakinkan Yahudi Barat akan kebutuhan sebuah Negara Yahudi.
Terimakasih, Hitler!
Sadarkah Yahudi akan konspirasi ini? Sebagian iya. Hasilnya, mereka pun bersyukur atas pengusiran yang dilakukan Hitler terhadap bangsa mereka sendiri. Bagaimana lagi?Karena hasilnya lebih baik, lebih dekat ke tujuan mereka untuk menguasai Palestina.
Emil Ludwig, seorang Yahudi Jerman, penulis biografi orang-orang terkenal dunia, berkata, “Hitler akan dilupakan dalam beberapa tahun, tapi ia akan punya monument indah di Palestina.” Ia melanjutkan, “Munculnya Nazi adalah hal yang kami sambut. Banyak Yahudi Jerman yang terkatung-kating antara dua sisi, banyak dari mereka yang ikut arus asimilasi (membaur dengan bangsa Eropa asli atau Arya) dan sikap sekedar kenal dengan hal-hal berbau Yahudi. Ribuan Yahudi yang benar-benar tersesat dari Yahudisme dibawa pulang ke dekapan budaya mereka oleh Hitler, dan untuk itu aku -secara pribadi- sangat berterima kasih kepadanya.” (Meyer Steinglass, Emil Ludwig before the Judge, American Jewish Times, (April 1936), halaman 53)
Chaim Nachman Bialik, pujangga resmi Zionis, juga berpendapat serupa. Saat Hitler bangkit, Bialik tak dapat menyembunyikan kesenangannya bahwa Hitler datang tepat waktu untuk menyelamatkan Yahudi Jerman dari kehancurannya. Hitlerisme, kata inti puisinya, telah memberikan paling tidak satu layanan untuk menghilangkan pembatas antara Yahudi fanatik dengan Yahudi abangan. Jika Hitler menerima Yahudi yang dibaptis (menjadi Nashrani), maka mereka akan terus berkembang, ribuan orang Yahudi akan dibaptis dan keadaan ini tak dapat diperbaiki lagi. Hitlerisme boleh jadi telah menyelamatkan Yahudi Jerman yang sedang berasimilasi menuju pembasmian. Pada saat yang sama, hal ini akan membuat dunia sadar akan problem orang Yahudi, dan mereka tak dapat tidak peduli lagi. (Palestine and the Press, New Palestine (11 Desember 1933), halaman 7).
Perang Dunia II memang menyengsarakan sebagian kecil orang Yahudi. Namun, di belakang itu, ada konspirasi busuk untuk membumihanguskan Masjid Al Aqsha agar bisa menggali apa yang mereka duga sebagai peninggalan Nabi Sulaiman. Makar manusia hanyalah makar. Makar Alloh tentulah lebih hebat. Sebelum akhir dunia, bagaimana pun juga, Yahudi akan terbasmi oleh kaum Muslimin. Perhatikan beberapa hadits berikut:
Diriwayatkan Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda,
“Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!”
(HR. Muslim (Shohih Muslim, No.5200)).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam. bersabda,
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba ALLOH, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi.”
(HR. Muslim (Shohih Muslim, No.5203)).
Pelajaran dan nasihat untuk Kaum Muslimin
Ada beberapa pelajaran yang bisa kita dapatkan dari pembahasan di atas. Pertama, hendaknya kita tidak begitu saja percaya terhadap apa yang dikabarkan oleh orang kafir (berita-berita yang sumbernya dari orang-orang kafir). Apa yang sering kita lihat sekarang tak bisa tidak semuanya bersumber dari mereka karena merekalah yang mendominasi pers dan media massa. Namun sayangnya, kebanyakan dari kita cenderung menerima semuanya itu mentah-mentah. Tidaklah kita tahu kalau mereka itu adalah pembohong sebagaimana difirmankan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُوا قَالُوا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menaati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)”.” (QS. Al Baqarah: 93).
اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Alloh. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Munaafiquun: 2).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali ‘Imran: 118).
Kedua, banyak diantara kita yang takjub dan terkagum-kagum terhadap cerita-cerita pembantaian dan pengusiran Yahudi oleh Hitler cs, sebagaimana yang sering kita lihat sekarang lewat film-film yang mengisahkan atau berlatar belakang Perang Dunia II dimana semua itu adalah versi barat alias versinya orang-orang kafir musuh Islam. Bahkan tak sedikit dari mereka yang tergabung dalam organisasi semacam kerohanian Islam sampai memuji Hitler hanya lantaran kabar-kabar versi barat yang banyak bohongnya itu. Pembahasan ini hendaknya bisa membuka pikiran dan mata hati mereka bahwa apa yang telah mereka saksikan itu adalah kedustaan belaka. Tidak tahukah mereka bahwa Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, Robb yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, telah memberikan peringatan dalam firman-Nya:
هَا أَنْتُمْ أُولاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الأنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” (QS. Ali ‘Imran: 119)
Semoga saja Alloh memberikan mereka hidayah agar mau menerima kebenaran dan tidak menuruti apa-apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Kita berharap tulisan ini bisa menyadarkan mereka karena mungkin saja mereka tidak tahu sehingga begitu mudahnya menerima cerita-cerita versi kafir itu, kecuali jika memang orang itu tetap menganggap cerita-cerita berlatar belakang Perang Dunia II yang beredar sekarang sebagai sebuah kebenaran yang nyata, bisa jadi ia memang telah terkunci rapat dan telah terbutakan mata hatinya. Atas golongan yang demikian, hendaknya mereka melihat kembali Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al Baqarah: 120).
Sumber tulisan:
1. Al Qur’an dan Terjemahannya (Hadits Web 3.0)
2. Majalah El Fata edisi 02/vol. 08/2008, tulisan berjudul asli: “Perang Dunia II, Tiket Zionis ke Palestina”.
3. Ringkasan Shohih Muslim (Hadits Web 3.0)



.jpg)



0 Responses to “Perang Dunia II, Tiket Zionis ke Palestina!”