31
May
09

Fakta Tak Terbantahkan: Rosululloh Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam Penutup Para Nabi dan Rosul

Polemik seputar Ahmadiyah memang tengah bergulir, lebih-lebih sejak dikeluarkannya SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga menteri terkait Larangan Ahmadiyah. Aqidah Ahmadiyah meyakini bahwa pemimpin mereka, Mirza Ghulam Ahmad, adalah Nabi sesudah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam dan inilah salah satu alasan mengapa Ahmadiyah masuk dalah aliran sesat. Tapi, ada sebagian oknum yang malah membela habis-habisan Ahmadiyah dengan tameng demokrasi, toleransi/kerukunan beragama dan Hak Asasi Manusia (MUI). Sebagian lainnya menyatakan Ahmadiyah adalah ormas Islam yang tak perlu diusik bila ada satu atau dua hal perbedaan. Sebagaimana pembahasan-pembahasan yang lalu, Ahmadiyah jelas menyimpang dari syari’at Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah sejak lama memfatwakan Kesesatan Ahmadiyah (sejak 1980). SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga menteri tentang Pembubaran Ahmadiyah sudah dikeluarkan. Komite Fatwa Kerajaan Arab Saudi juga sudah menyatakah bahwa Ahmadiyah itu di luar Islam.

Berikut adalah 2 (dua) buah penegasan bahwa tidak ada lagi Nabi dan Rosul setelah Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam.

Hadits, “Tidak ada Nabi lagi sesudahku.”

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Tidak ada satupun Nabi lagi sesudahku.”

Hadits ini derajatnya Mutawatir karena telah diriwayatkan oleh banyak sahabat, antaralain:

  1. Abu Hurairah. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (3455), Muslim (6/17), Ibnu Majah (2871), Ahmad (2/297).

  2. Sa’ad bin Abi Waqqas. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (3706, 4416), Muslim (7/120), Tirmidzi (3731), Ibnu Majah (115, 121), Ath Thayalis (205 dan 209), Ahmad (1/184, 185).

  3. Jabir bin Abdullah. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (3/338) dan Tirmidzi (3730).

  4. Abu Sa’id Al Khudri. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (3/32).

  5. Asma’ binti ‘Umais. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (6/396, 438).

  6. Ummu Salamah. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban (2201), Abu Ya’la, Thabrani.

  7. Abdullah bin Amr bin Ash. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2/172).

  8. Anas bin Malik. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (3/267), Tirmidzi (2272), dan Hakim (4/391).

  9. Ummu Karz Al Ka’biyah. Diriwayatkan oleh Imam Darimi (2/123), Ibnu Majah (3896), Ahmad (6/381), Al Humaid (348).

  10. ‘Aisyah. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan anaknya Abdullah bin Ahmad (6/129).

  11. Abu Thufail. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (5/454).

  12. Abdullah bin Abbas. Diriwayatkan oleh Imam Muslim (479), Abu Dawud (876), Nasa’i (1045, 1120), Darimi (I/304), Ibnu Majah (3899), Ahmad (I/126), Ibnu Sa’ad di kitabnya Thabaqat (2/18).

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala telah menegaskan bahwa Muhammad itu Rosululloh dan penutup sekalian Nabi. Demikian juga Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam di banyak sabdanya telah menyatakan tidak ada nabi lagi sesudahnya seperti keterangan di atas yang berderajat mutawatir (lebih tinggi dari hadits shohih). Dengan demikian tidak ada Nabi lagi sesudah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, baik yang membawa syari’at maupun tidak. (Baca surat Al Ahzab: 40).

Jika ada orang Islam yang mempercayai adanya Nabi lagi sesudah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, maka tidak ragu lagi orang ini telah kufur, keluar dari Islam. Seperti halnya kaum Ahmadiyah yang mengaku Islam (padahal bukan) mengangkat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabinya. Mereka meyakini ada nabi lagi yaitu Mirza Ghulam Ahmad al-Kadzdzab. Jelas, kaum ini bukan keluarga Islam, yang wajib bagi kaum Muslimin menentang dan memberantasnya, karena mereka ini memakai nama Islam.

(Irwaul Ghalil, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani (8/127). Tafsir Ibnu Katsir 3/492, 493, 494).

 

Syaikh Al Alaamah Dr. Muhammad bin Abdullah al-Qannash hafizahullohu berbicara tentang Ahmadiyah.

Berikut adalah pernyataan Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdullah al-Qannash hafizahullohu tentang “Penegasan bahwa Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam adalah Penutup Para Nabi.”

Tanya:

Assalamu ‘alaikum, Kelompok Ahmadiyah mengklaim (atau kelompok apa saja yang mengklaim demikian-red) bahwa makna ‘Khatam al-Anbiya`’ (Penutup para nabi) bukanlah Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam sebagai akhir (penutup) para nabi. Seberapa jauh kebenaran statement seperti ini? Dan bagaimana keshahihan hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, “Katakanlah, sesungguhnya ia adalah Khatam (penutup) para nabi dan jangan katakan ‘tidak ada nabi setelahnya.’” (Takmilah Majmu’ al-Bahr, halaman 88). Imam as-Suyuthi berkata, “Sesungguhnya al-Mughirah juga mengatakan hal itu.” (ad-Durr al-Mantsur)

Jawab: 

Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarokaatuh,

Segala puji agi ALLOH, sholawat dan salam semoga tercurah atas Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam, wa ba’du:

Kelompok ini menyimpang dari haq (kebenaran), sesat dari jalan yang lurus (ash-Shirath al-Mustaqim), mendustakan al-Qur`an dan as-Sunnah.

Banyak sekali dalil-dail dari Kitabullah dan as-Sunnah yang menunjukkan bahwa tiada nabi setelah nabi kita, Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam.

Alloh Subhannahu Wa Ta’ala befirman,

 

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.al-Ahzab:40).

Dan makna ‘Khatam an-Nabiyyin’ di dalam ayat tersebut adalah orang yang dengannya ditutup kenabian, lalu dicapkan kepadanya, sehingga tidak akan dibukakan kepada seorang pun setelahnya hingga hari Kiamat.

Sementara itu, banyak sekali hadits-hadits Mutawatir dari Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam yang menunjukkan bahwa beliau adalah penutup para nabi dan utusan. Di antaranya, hadits di dalam ash-Shahihain; al-Bukhari (3535) dan Muslim (2286), dari hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan para nabi sebelumku adalah seperti perumpamaan seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah, lalu ia membuatnya dengan baik dan indah kecuali tempat sebuah ubin di satu pojok. Lalu orang-orang berkumpul di situ dan kagum terhadapnya seraya berkata, ‘Kenapa ubin ini tidak diletakkan (sekalian).!’” Beliau menjawab, “Akulah ubin itu dan akulah penutup para nabi.”

Di dalam ash-Shahihain; al-Bukhari (4896) dan Muslim (2354) dari hadits Jubair bin Muth’im rodhiyallohu ‘anhu , ia berkata, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah ‘al-Mahi,’ yang dengannya Allah menghapus kekufuran, aku adalah ‘al-Hasyir’, di mana manusia dikumpulkan di atas kedua kakiku dan aku adalah ‘al-‘Aqib’.” Al-‘Aqib adalah orang yang tidak ada nabi setelahnya. “

Dari Tsauban rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Sesungguhnya nanti akan ada sebagian dari umatku menjadi para pendusta, yang berjumlah tiga puluh orang, semuanya mengaku sebagai nabi. Dan akulah penutup para nabi itu dan tidak ada nabi setelahku.”

(HR.Abu Daud, no.4252 dan lainnya).

Dalam Shahih Muslim (523), dari hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Aku diunggulkan atas para nabi yang lain dengan enam hal: aku diberikan ‘Jawami’ al-Kalim’ (kumpulan perkataan yang ringkas tapi padat makna), aku ditolong dengan rasa ciut (pada musuh), dihalalkan bagiku harta-harta rampasan, bumi dijadikan suci suci dan sebagai tempat sujud, aku diutus kepada seluruh makhluk dan aku sebagai penutup para nabi.”

Al-Hafizh Ibn Katsir berkata,

“Alloh Tabaraka Wa Ta’ala telah memberitakan di dalam kitab-Nya dan Rasul-Nya di dalam hadits-haditsnya yang mutawatir bahwa tidak ada nabi setelahnya. Hendaklah mereka mengetahui bahwa setiap orang yang mengaku memiliki posisi seperti ini setelahnya, maka ia adalah seorang pendusta, penyebar isu, dajjal, orang sesat lagi menyesatkan. Sekalipun dapat melakukan hal yang di luar kebiasaan, menyajikan atraksi mistik, dan memperagakan beragam jenis sihir dan jampi-jampi…”

Qadhi ‘Iyadh berkata,

“Kami mengafirkan orang yang mengklaim kenabian seseorang di samping Nabi kita Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam….atau (mengafirkan-red) orang yang mengaku dirinya nabi atau membolehkan mendapatkannya dan mencapai kesucian hati hingga kepada tingkatan itu seperti para filosof dan kaum ekstrem Sufi. Demikian juga, siapa di antara mereka yang mengaku telah diberikan wahyu kepadanya sekalipun tidak mengaku jadi nabi. Mereka itu semua adalah kafir, pendusta Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam, sebab beliau Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam telah memberitakan bahwa ia adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahnya. Lalu, beliau juga memberitakan dari Alloh Subhannahu Wa Ta’ala bahwa ia adalah penutup para nabi.”

(asy-Syifa`, 2/1070).

Sedangkan hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha dan al-Mughirah rodhiyallohu ‘anhu, maka dikeluarkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya (9/109-110), ia berkata, (bab) Siapa yang tidak suka mengatakan, ‘tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam’, Husain bin Muhammad menceritakan kepada kami, ia berkata, Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami, dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, ia berkata,

“Katakanlah Khatam an-Nabiyyin dan janganlah katakan, ‘tidak ada nabi setelahnya.’”

Abu Usamah menceritakan kepada kami, dari Mujalid, ia berkata, Amir memberitahukan kepada kami, ia berkata, seorang laki-laki yang beada di dekat al-Mughirah bin Syu’bah rodhiyallohu ‘anhu berkata,

“Semoga Alloh Subhannahu Wa Ta’ala menyampaikan shalawat atas Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam, penutup para nabi dan tidak ada nabi setelahnya.” Al-Mughirah berkata, “Cukup bagimu bila kamu katakan, ‘penutup para nabi,’ sebab kita menceritakan bahwa ‘Isa ‘alaihis salam akan keluar (muncul), jika ia keluar (muncul), maka posisinya adalah sebelum beliau Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam dan juga setelahnya.”

Maksud ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha dan al-Mughrah rodhiyallohu ‘anhu sangat jelas, yaitu isyarat akan turunnya ‘Isa ‘alaihis salam di akhir zaman….

Hal ini didukung oleh firman ALLOH Subhannahu Wa Ta’ala,

 

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS.an-Nisa`:159).

Juga terdapat hadits-hadits mutawatir dari Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam yang menunjukkan turunnya ‘Isa ‘alaihis salam di akhir zaman.

Ibn Qutaibah berkata,

“Adapun perkataan ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, ‘katakanlah kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam, ‘penutup para nabi’ dan jangan katakan ‘tidak ada nabi setelahnya,’ maka itu maksudnya adalah turunnya ‘Isa ‘alaihis salam. Perkataannya ini tidak bertentangan dengan sabda Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam, ‘Tidak ada nabi setelahku.’ Sebab maksud beliau Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam adalah ‘tidak ada nabi setelahku yang menghapuskan apa yang aku bawa sebagaimana para nabi-nabi terdahulu diutus untuk menghapus (syariat sebelumnya-red).

‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha ingin mengatakan,

“Janganlah kamu mengatakan,‘sesungguhnya al-Masih tidak turun setelah beliau Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam’

Ini bila diperkirakan hadits yang diriwayatkan ‘Aisyah dan al-Mughirah itu shahih. Namun, Atsar dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha itu Munqathi’ (bagian dari hadits dha’if-red), sedangkan pada Atsar al-Mughirah rodhiyallohu ‘anhu terdapat Mujalid bin Sa’id, seorang perawi yang lemah (dha’if).

Wallahul Muwaffiq Wal Hadi Ila Sawa`is Sabil (Alloh-lah Yang Memberi taufik dan Memberi petunjuk kepada jalan yang lurus).

 

Kesimpulan

Penjelasan di atas membuktikan satu fakta tak terbantahkan yakni Rosululloh Muhammad bin Abdullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam adalah Penutup Para Nabi dan Rosul. Tidak ada lagi Nabi dan Rosul sepeninggal Beliau. Jadi apabila ada yang mengaku Nabi setelahnya, entah itu Ahmadiyah atau lainnya, maka ketahuilah bahwa keyakinan mereka itu adalah batil dan sesat.

Allohu A’lam.

 

Referensi:

  1. Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Al Masa’il jilid 2.
  2. http://www.alsofwah.or.id.

0 Responses to “Fakta Tak Terbantahkan: Rosululloh Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam Penutup Para Nabi dan Rosul”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




Kalender

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

Categories

Blog Stats

  • 12,933 hits

Pengunjung dari Berbagai Wilayah