Agustus 16, 2008 oleh aditya06
ALLOH Azza Wa Jalla berfirman:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الأمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلا تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Robb kamu ialah ALLOH Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Robb kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”
(QS. Yunus: 3)
Pada pelajaran sebelumnya kita telah membahas tentang ALLOH Azza Wa Jalla Sang Pencipta dan Pengatur Alam Semesta. Nah, Insya ALLOH pada kesempatan kali ini kita akan membahas “Di Manakah ALLOH?” yakni Dari Mana ALLOH Azza Wa Jalla mengatur segala sesuatu yang ada di alam semesta ini? Pembahasan tentang Di mana ALLOH memang bisa mengundang kontroversi karena orang akan memberi jawaban yang beraneka ragam, seperti “ALLOH ada di langit”, “ALLOH ada di mana-mana”, “ALLOH ada di dalam diri kita”. Namun akan lebih baik bila kita berpedoman pada Al Qur’an dan As Sunnah untuk mengetahui Di Mana ALLOH, terlepas dari benar atau tidaknya perkataan orang-orang kebanyakan tentang keberadaan ALLOH Azza Wa Jalla Sang Pencipta dan Pengatur Alam Semesta itu. Mengetahui keberadaan-Nya juga termasuk dalam permasalahan Tauhid yang perlu kita ketah. Memang dibutuhkan pembahasan yang sangat panjang dan mendalam tentang “Di Manakah ALLOH?” itu namun dalam pembahasan ini karena konteksnya masuk dalam prinsip dasar tauhid, maka akan disajikan dengan sangat ringkas dan jelas. Marilah kita ikuti bersama pembahasannya.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pelajaran Tauhid, The Principle of Tawheed | Tidak ada komentar »
Agustus 14, 2008 oleh aditya06
Segala puji hanya milik ALLOH Ta’ala. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya dan meminta ampun dari-Nya. Kami berlindung kepada ALLOH dari kejahatan diri kami dan kejelekan perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh ALLOH , maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali ALLOH Ta’ala semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat ALLOH Ta’ala dan salam-Nya yang banyak dicurahkan kepada beliau, keluarga dan para sahabat-nya. Amma ba’du.
Ramadhan……, Bulan yang dirindukan akan tiba, ahlan wa sahlan marhaban bika ya Ramadhan. Ramadhan adalah bulan nan penuh berkah, indah penuh maghfirah (ampunan), yang di dalamnya ALLOH Ta’ala turunkan Kitab mulia, petunjuk dan cahaya, di dalamnya ALLOH Ta’ala memberikan kemenangan yang besar bagi hamba-Nya pada saat perang Badr. Untuk itu amal shalih yang dilakukan Rosululloh Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bagaikan derasnya hembusan angin dan air yang mengalir. Para Salafus Shalih pun senantiasa berlomba-lomba meraih keridhaan ALLOH Ta’ala dengan meraih kebaikan dan amal ibadah pada bulan tersebut.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Informasi | Tidak ada komentar »
Agustus 10, 2008 oleh aditya06
Dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, “Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Mencela seorang Muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kufur.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pendahuluan
Insya ALLOH pada bab ini kita akan membahas tentang hakikat Kufur Duna Kufrin, yakni Kekufuran yang tidak mengeluarkan pelakunya dari agama atau tidak menyebabkan pelakunya menjadi murtad keluar dari Islam. Pada zaman sekarang ini tengah marak di tengah-tengah kaum muslimin suatu golongan yang begitu gemar mengkafirkan sesama muslim dikarenakan melakukan suatu perbuatan yang pada hakikatnya perbuatan itu merupakan dosa besar namun tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam. Tentunya kita semua udah tahu dosa besar yang gimana yang bisa ngeluarin pelakunya dari Islam yaitu syirik (mempersekutukan ALLOH) seperti ALLOH Azza Wa Jalla telah berfirman dalam ayat-Nya,
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya ALLOH tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan ALLOH, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisaa’: 48 )
Kalian juga ingat kan apa nasihat Luqman kepada Anaknya? Nggak boleh mempersekutukan ALLOH. Perhatikan Firman ALLOH Azza Wa Jalla,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (ALLOH) sesungguhnya mempersekutukan (ALLOH) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)
Jelas kan kalo dosa syirik adalah dosa besar yang bisa ngeluarin pelakunya dari Islam. Nah, kita sekarang akan bahas tentang Kufur Duna Kufrin, kekufuran yang nggak sampai ngeluarin pelakunya dari Islam. Kita udah sampaikan haditsnya di atas, Insya ALLOH dalam membahas permasalahan ini guru kita, Dr. ‘Aidh bin Abdullah Al Qarni hafizahullohu, akan menguraikan intisari hadits yang sudah disampaikan itu.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Fitnah Pengkafiran, Manhaj | Tidak ada komentar »
Agustus 9, 2008 oleh aditya06
Sebuah Perjalanan Mengarungi Samudera Ilmu tentang Ketaatan Kepada Amirul Mukminin dan Peringatan akan Bahaya Manhaj Khawarij
ALLOH Azza Wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah ALLOH dan taatilah Rosul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLOH (Al Qur’an) dan Rosul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada ALLOH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. An Nisaa’: 59)
Pertanyaan ini mungkin tepat bila dialamatkan kepada komunitas gemar mentahzir dan menuduh sururi (tulisan ini adalah bagian dari rangkaian untaian nasihat kepada komunitas tersebut yang dimulai dari tulisan berjudul, “Jagalah Mulutmu dari Menuduh Sururi”, “Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily berkata tentang Yayasan Ihya’ut Turats”, hingga tulisan ini. Nasihat yang sambung-menyambung seperti rangkaian gerbong kereta api). Tahukah kalian apa itu hakikat sururiyah? Bukankah sururiyah itu serupa dengan manhaj takfiri dan khawarij? Teganya kalian menyamakan kami dengan jama’ah takfiri dan khawarij. Hanya karena Yayasan Ihya’ut Turats yang mana ulama saja tidak satu suara tentang menerima dana bantuan dari yayasan itu saja kalian sebegitu tega memusuhi kami dan memperlakukan kami layaknya musuh-musuh ALLOH. Ketahuilah wahai saudaraku, ada satu hal yang aku ingin sampaikan dan Insya ALLOH mungkin ini bisa sedikit menjadi renungan buat kalian supaya kalian berpikir ulang untuk menyatakan bahwa kami adalah sururi, serupa dengan takfiri dan khawarij. Aku akan bawa kalian ke dalam sebuah problematika tentang masalah ketaatan kepada Amirul Mukminin, tepatnya pemerintahan kaum Muslimin, khususnya di negeri Indonesia ini yang penduduknya mayoritas beragama Islam (sekalipun tidak/belum menerapkan hukum perundang-undangan yang berlandaskan Syari’at Islam sebagaimana telah ditegakkan di Daulah Islam Saudi Arabia). Marilah kita jalan-jalan menapaki problematika Ketaatan Terhadap Amirul Mukminin. Kita akan bertamasya bersama Amirul Mukminin.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Akhlak Muslim | Tidak ada komentar »
Agustus 7, 2008 oleh aditya06
ALLOH Azza Wa Jalla Berfirman:
وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”
(QS. Al-Maaidah : 2)
Insya ALLOH tulisan ini masih berkaitan dengan ‘Jagalah Mulutmu dari Menuduh Sururi” yakni tentang sebuah yayasan yang aku sebut di sana. Dalam tulisan itu sengaja kusembunyikan yayasan itu tapi nampaknya perlu untuk disampaikan kepada pembaca dan tholabul ilmi sekalian yayasan apakah itu? Saudara-saudara sekalian, yayasan yang aku maksud itu adalah Yayasan Ihya’ut Turats, sebuah yayasan penyalur bantuan berkedudukan di negeri Kuwait. Ihya’ut Turats ini menjadi sumber pertikaian para ikhwan salaf sekarang dimana satu ikhwan menuduh ikhwan yang lainnya sururi (salah satunya masuk dalam “komunitas gemar mentahzir dan menuduh sururi” karena berhubungan dengan seorang ustadz dimana si ustadz ini adalah penerima dana bantuan dari Ihya’ut Turats. Komunitas ini menegaskan bahwa syaikh fulan telah mentahzir Ihya’ut Turats padahal ada pula ulama yang bermuamalah dengan Ihya’ut Turats. Mungkin ma’asyiral muslimin bertanya-tanya, apa sih yang salah dengan yayasan ini? Mengapa koq sebuah yayasan malah jadi sumber perpecahan? Boleh nggak ya kita nerima dana dari Ihya’ut Turats? Koq ada ulama yang melarang? Koq ada yang membolehkan?
Perkataan Asy Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily hafizahullohu berikut ini Insya ALLOH akan menjawab semua pertanyaan itu.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Akhlak Muslim | Tidak ada komentar »
Agustus 4, 2008 oleh aditya06
Tahukah kamu sayuran yang sering nongol di dunia anak-anak? Salah satunya adalah wortel. Selain populer sebagai makanan tokoh-tokoh kelinci kartun, ternyata wortel ini juga punya banyak khasiat.
Dilahirkan dengan nama latin Daucus Carota, Linn., wortel merupakan tumbuhan sayur yang bisa ditanam sepanjang tahun. Eh, sebenarnya yang disebut wortel itu bagian yang mana, sih? Kalo menurut ilmu botani, wortel itu ya tumbuhannya tersebut. Lalu, yang orange, bulat meruncing panjang itu apanya? Itu sebenarnya umbi akarnya. Menurut para botanis, wortel (Daucus Carota) dapat dibedakan atas beberapa jenis, diantaranya Wortel (Daucus carota -Linn.):
-
Jenis imperator, yakni wortel yang memiliki umbi akar berukuran panjang dengan ujung meruncing dan rasanya kurang manis.
-
Jenis chantenang, yakni wortel yang memiliki umbi akar berbentuk bulat panjang dan rasanya manis.
-
Jenis mantes, yakni wortel hasil kombinasi dari jenis wortel imperator dan chantenang.
Wortel bisa masuk ke katagori tanaman berkhasiat secara ilmiah ia mengandung vitamin dan mineral. Wortel (Daucus Carota) mempunyai nilai kandungan Vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 Kal, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 mg, phosphor (fosfor) 37 mg, besi 0,8 mg, Vitamin B 10,06 mg. Komposisi di atas diukur per 100 gr. Wortel nggak cuma terkenal untuk pengobatan mata minus, ia juga bisa mengobati kejang jantung, eksim, dan cacing kremi. Untuk lebih jelasnya, simak keterangan berikut:
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Aqidah, Mukjizat Ilahi | Tidak ada komentar »
Agustus 2, 2008 oleh aditya06
Beberapa sumber media memuat fatwa dari seorang mufti kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, akan haramnya menyaksikan film cerita bersambung yang berjudul Noor at-Turki yang akan ditayangkan di salah satu stasiun TV di Arab. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh adalah pimpinan Hai`ah Kibaril Ulama wa Idaratil Buhuts Al-‘Ilmiyah wal Ifta` (Lembaga Fatwa Ulama dan Penelitian Iimiyah) di Saudi Arabia.
Syaikh Abdul Aziz mengeluarkan fatwa mengenai film cerita bersambung yang berjudul Noor at-Turki dan telah menyebar di internet, “Kisah cerita ini telah kami baca dengan terperinci, dan menurut apa yang kami baca dan dengar maka film ini mengganggu, jelek, sesat, berbahaya, menyakiti, dan merusak.”
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dunia Islam | Tidak ada komentar »
Juli 27, 2008 oleh aditya06
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya ALLOH tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan ALLOH, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”
(QS. An Nisaa’: 48 )
Berbicara syirik pastilah tak lepas dari segala sesuatu yang disembah selain ALLOH Azza Wa Jalla. Perbuatan syirik adalah suatu amalan/perbuatan menyembah kepada selain ALLOH Azza Wa Jalla atau lebih gampangnya mempersekutukan ALLOH Azza Wa Jalla. Peribadatan yang ditujukan kepada selain ALLOH pun dinamakan syirik bahkan amalan yang diniatkan kepada selain ALLOH juga dimasukkan ke dalam syirik (Misalkan mengerjakan amal tertentu tetapi niatnya untuk memperoleh kedudukan di dunia, ini termasuk syirik walaupun dikatagorikan syirik kecil atau riya’ -silakan lihat kembali kajian tentang Riya’ pada Penjelasan Hadits ke-1 Arba’in An Nawawi). Jika melihat pada ayat di atas maka bisa kita dapati bahwa ALLOH Azza Wa Jalla memberi peringatan tidak akan mengampuni dosa syirik, yakni Dia tidak akan mengampuni orang yang mempersekutukan-Nya. Di sana juga terlihat bahwa seseorang yang mempersekutukan ALLOH maka ia telah melakukan perbuatan dosa besar. Dosa besar ini juga bisa disebut sebagai kezhaliman yang besar sebagaimana Firman-nya dalam Surat Luqman ayat 13:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (ALLOH) sesungguhnya mempersekutukan (ALLOH) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.”
Kajian kita kali ini akan membahas tentang tafsir ayat ke 48 dari Surat An Nisaa’ tersebut. Insya ALLOH kita akan mengupas tuntas perbuatan dosa syirik yang tidak akan diampuni ALLOH dan ALLOH masih akan mengampuni dosa-dosa selain daripada syirik.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pelajaran Tauhid, Syirik | 1 Komentar »
Juli 26, 2008 oleh aditya06
oleh:
Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan Al Fauzan hafizahullohu
Mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses pembersihan jiwa, terkabulnya do’a dan diterimanya amal ibadah. Sebaliknya, mengkonsumsi makanan haram, akan menghalangi terkabulnya do’a dan diterimanya ibadah. ALLOH berfirman tentang orang-orang Yahudi,
أُولَئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ
“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram.” (QS. Al Maidah: 41-42)
As suhtu maksudnya adalah makanan yang haram. Barangsiapa yang keadaannya, bagaimana mungkin ALLOH membersihkannya hatinya dan mengabulkan permohonannya?
Nabi bersabda (artinya): Sesungguhnya ALLOH Maha Baik, tidak menerima kecuali hal yang baik. Dan sesungguhnya ALLOH telah memerintahkan kaum mukminin dengan perintah yang diarahkan kepada ALLOH dan Rosul-Nya. ALLOH Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Hai rosul-rosul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mu’minuun: 51)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada ALLOH, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah: 172)
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Aqidah, Tazkiyatun Nafs | Tidak ada komentar »