Kiamat 2012 Dalam Sorotan

Unknown

Akhir-akhir ini, umat islam dikejutkan oleh ramalan akan datangnya kiamat pada tahun 2012. Beberapa headline pada media masa akhir-akhir ini tak ketinggalan turut meramaikannya. Sejatinya berita ini berasal dari sebuah film yang diangkat dari ramalan bangsa Maya kuno paganis dari Meksiko. Film ini bercerita tentang akan terjadinya kiamat pada 21 Desember tahun 2012. Walaupun sebenarnya ramalan kiamat dari bangsa Maya masih diperselisihkan di kalangan mereka sendiri, ibarat dongeng atau hikayat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Namun berita ini terlanjur menjadi isu di mana-mana, apalagi film ini laris bak kacang goreng dikunjungi oleh khalayak ramai di gedung-gedung bioskop. Isu seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Mengingat sebelumnya telah banyak isu-isu seputar kiamat yang dijajakan oleh para paranormal dan tukang ramal.

Masih hangat di ingatan kita ramalan hari kiamat yang terjadi pada tanggal 9 bulan 9 tahun 1999, demikian pula ramalan-ramalan lainnya. Toh, ternyata semua ramalan itu hanyalah dusta dan tidak pernah terbukti.

Walau demikian, tak bisa dipungkiri pengaruh berbagai ramalan tersebut terhadap umat islam. Bahkan diantara mereka ada yang gantung diri (setelah melihat tayangan film 2012 tersebut), di saat masih belum punya bekal untuk menghadapinya.

Bagaimanakah bimbingan islam dalam menyikapi isu tersebut? Bagaimana pula tinjauan syari’at tentang permasalahan tersebut?

Read more »

Syi’ah Menganiaya Diri di Bulan Haram

(Ritual Syi’ah memperingati Wafatnya Husain bin Ali)

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah: 36).

Sebagaimana tradisi kaum Syi’ah di Bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 Muharram atau Hari ‘Asyura, mereka melakukan satu ritual yang katanya memperingati wafatnya shahabat Husain bin ‘Ali rodhiyallohu ‘anhu yang tak lain adalah cucunya Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam. Namun, mereka melakukannya dengan cara menyakiti diri mereka sendiri yaitu melakukan ritual berdarah dengan memukul-mukul bagian tubuh dengan benda tertentu, atau menyengajakan diri mengeluarkan darah.

Read more »

‘Asyura, antara Ibadah dan Berkabung

Diriwayatkan dai Abu Qatadah rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata:

“Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam pernah ditanya tentang puasa hari ‘Arafah, beliau menjawab, “Ia menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan yang akan dayang.” Beliau juga ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau menjawab, “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu.””

(Irwa’ul Ghalil (no. 955) dan Riwayat Muslim (Shahih Muslim, II/818, no. 1162).

Hari ‘Asyura merupakan salah satu hari yang sangat dimuliakan di dalam bulan Muharram, sebagaimana bulan Muharram juga memiliki keutamaan. Sebagaimana Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلا الْهَدْيَ وَلا الْقَلائِدَ وَلا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syiar Alloh, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Robb-nya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Alloh, sesungguhnya Alloh amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Ma’idah: 2).

Read more »

Abu Sufyan, dan Petunjuk Alloh Mengantarkannya kepada Islam

Mecca-1850

Dia adalah Shakhar bin Harb bin Umayyah bin Abdu Syams. Dia adalah panglima Quraisy dalam perang Uhud dan Khandaq. Meskipun dia memiliki watak dan pendirian yang keras, namun ketika Alloh mengenalkannya kepadanya Islam, dia luluh lalu masuk Islam pada saat peristiwa penaklukkan kota Makkah. Akan tetapi nampaknya dia masuk Islam lantaran terpaksa dan merasa terintimidasi. Untungnya, setelah beberapa hari, keislamannya menjadi baik.

Dia termasuk tokoh Arab yang terpandang, berwawasan luas, dan berwibawa. Dia pernah ikut dalam perang Hunain. Menantunya, yaitu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, memberikan harta rampasan berupa seratus ekor unta dan 40 uqiyah uang dirham untuk membuat dirinya lunak dan tertarik. Setelah itu dia meninggalkan penyembahan Hubal (salah satu berhala) dan tertarik dengan Islam.

Read more »

Al Bara’ bin Malik, Penakluk 100 Pasukan dalam Peperangan

Dia adalah Ibnu Nadzar Al Anshari An-Najjari Al Madani. Dia sosok pahlawan yang gigih, sahabat Rosululloh, saudara pembantu Beliau Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, Anas bin Malik. Dia juga termasuk pejuang perang Uhud dan ikut dalam Ba’iah Ar Ridwan. Ada yang mengatakan bahwa Umar bin Khaththab pernah menulis kepada pemimpin pasukan, “Jangan sekali-kali mengangkat Al Bara’ untuk memimpin pasukan, karena dia salah satu penyebab kehancuran yang terjadi pada mereka.”

Read more »

Suhail bin Amr, Orator yang Syahid dalam Perang Yarmuk

Makkah-1910

Dia adalah orator, juru bicara dan salah satu tokoh bangsa Quraisy. Ketika dia menangani masalah perdamaian, Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepadanya, “Semoga urusan kalian dimudahkan.”

Dia masuk Islam pada saat penaklukkan Makkah dan keislamannya menjadi baik. Dia juga pernah ditawan saat Perang Badar, tetapi berhasil melarikan diri. Selain itu, selama tinggal di Makkah, dia menyemangati orang-orang untuk berjuang di medan perang seraya berkata, “Wahai orang-orang yang menang, apakah kalian membiarkan Muhammad dan anak-anak kecil mengambil kafilah kalian? Siapa yang menginginkan harta maka raihlah harta ini, dan yang menginginkan kekuatan maka ambillah kekuatan ini.”

Read more »

Singa Alloh bernama Hamzah bin Abdul Muthalib

uhud

Beliau adalah seorang tokoh, pahlawan, singa Alloh, Abu Umarah, Abu Ya’la Al Quraisy, Al Hasyimi, Al Makki, kemudian Al Madani, Al Badri, dan Asy Syahid. Beliau adalah paman Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam dan saudara sepersusuan Nabi. Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Hamzah masuk Islam, orang-orang Quraisy tahu bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam telah terlindungi dan Hamzah akan melindunginya. Oleh karena itu, mereka menghentikan penyiksaan kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam.”

Abu Ishaq berkata, “Diriwayatkan dari Haritsah bin Mudharib, dari Ali, ia mengatakan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepadaku, “Panggilah Hamzah!” Aku menjawab, “Siapa itu, penunggang unta merah?” Hamzah berkata, “Dia adalah Utbah bin Rabi’ah.” Pada saat itu Hamzah bertarung dengan Utbah lalu ia berhasil membunuhnya.”

Read more »

Utsman bin Madz’un, Orang Pertama yang Dimakamkan di Baqi’

baqi

Dia adalah Ibnu Hubaib Al Jumahi, Abu As Sa’ib. Termasuk pembesar Muhajirin dan wali Alloh yang bertaqwa, yang ketika wafat mereka mendapatkan keberuntungan pada masa kehidupan Nabi sehingga mereka mendapatkan do’a shalawat atas mereka. Abu As Sa’ib rodhiyallohu ‘anhu adalah orang pertama yang dimakamkan di Baqi’. Sa’id bin Al Musayyib berkata, “Aku mendengar Sa’ad berkata, “Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam pernah melarang dirinya melakukan tabattul (keinginan untuk tidak menikah). Seandainya diizinkan tentu kita akan mengebiri diri sendiri.”

Abu As-Sa’ib masuk Islam setelah ketiga belas sahabat lainnya masuk Islam. Dia hijrah dua kali dan meninggal setelah perang Badar. Dia juga orang yang tekun beribadah, mujtahid, dan termasuk orang yang mengharamkan khomer pada masa jahiliyah.

Read more »

Semangat Jahiliyah dan Kesyirikan

ashobiyah

Dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat dan guna-guna adalah kesyirikan.”

(HR. Abu Daud (no. 3883), dihasankan oleh Asy Syaikh Muqbil dalam Al-Jaami’ush Shahih, 4/449 dan beliau menisbahkannya kepada Al Hakim saja, 4/217. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahiihul Jaami’, no. 1632 dan di dalam Ash Shahihah, no. 331, begitu juga dishahihkan oleh Al Hakim 4/217 dan disepakati oleh Adz Dzahabi. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad (I/381), Ath Thabrani (al Kabir, 10/262), Ibnu Hibban (13/456) dan Al Baihaqi (9/350)).

Belakangan ini berhembus kabar bahwa ada segelintir orang yang tergabung dalam sebuah organisasi yakni BENDERA (Benteng Demokrasi Rakyat) akan menyerang Malaysia pada tanggal 8 Oktober 2009. Adapun yang dijadikan sasaran oleh BENDERA adalah wilayah Malaysia Timur tepatnya kota Kuching (Sarawak) dan Tawau (Sabah) . Mereka yang ingin menyerang tersebut berbekal bambu runcing dan ilmu kebal. Sebelum menyerang, mereka telah terlebih dahulu memberangkatkan sekitar 10 orang intelejen (mata-mata) disusupkan ke Malaysia untuk melakukan propaganda terhadap para pekerja dari negeri kita.

Read more »

Tafsir Basmallah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Alloh, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”

Penjelasan Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin:

(1). Penulis (Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rohimahullohu) memulai risalahnya ini dengan basmallah, juga dalam rangka mengikuti hadits:

“Setiap perkara yang tidak dimulai dengan Bismillah maka perkara tersebut sia-sia (kurang berkahnya).”

(Al Jami’u Ash Shaghir (4/147) dan Al Jami’ (2/69), namun derajat hadits ini masih diperselisihkan).

Dan juga dalam rangka meneladani Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam karena sesungguhnya beliau memulai kitab-kitabnya dengan basmallah. Al-Jar dan Al-Majmur (yakni lafadz “ بِسْمِ ”) berkaitan dengan kalimat yang mahdzuf (kalimat yang dihilangkan yang seharusnya menyertai kalimat tersebut) berupa fi’il (kata kerja) yang diakhirkan lagi sesuai dengan keadaannya yang seharusnya bunyi dari kalimat tersebut adalah “Dengan Nama Alloh aku menulis atau mengarang.” Kita perkirakan lafadz yang mahdzuf tadi berupa fi’il karena kata asal di dalam amalan adalah perbuatan.

Read more »

Tidak Ada Perintah Jihad Saat Periode Makkah

kabah2

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat!"” (QS. An Nisa’: 77)

Pada periode Makkah, dimana pertama kali Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam berdakwah dan pada masa-masa permulaan Islam, ketika itu dakwah beliau mendapatkan tantangan yang amat berat. Selama periode Makkah, dakwah Islam dibagi ke dalam dua Fase yakni Sirr (sembunyi-sembunyi) dan Jahr (terang-terangan). Adapun tantangan yang didapatkan Nabi ketika dakwah di Makkah antaralain:

  1. Mendapatkan ejekan dan olok-olok dari kaum Musyrikin, bahkan makin hari makin gencar.
  2. Kaum Musyrikin tidak memberikan kesempatan kepada orang-orang Mukmin untuk mendengarkan dakwah Nabi.
  3. Kaum Musyrikin membangkitkan banyak syubhat dan tuduhan dusta atas diri Nabi.
  4. Adanya penyelisihan kaum Musyrikin terhadap Umat Islam atas 3 perkara yakni: (a). Kebangkitan setelah mati, (b). Kerasulan Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, (c). Tauhid (beribadah hanya kepada Alloh semata).

Read more »

Hakikat Jihad (4): Apa Itu Jihad?

palestine

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Alloh dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al Hajj: 22)

Jihad diambil dari kata al juhd yang artinya tenaga dan beban, dikatakan “Jaahada”, “Yujaahidu”, “Jihaada wa Mujahidah” apabila ia mencurahkan dan mengerahkan seluruh tenaga serta menanggung beban dalam memerangi dan memukul mundur musuh.

Jihad tidaklah disebut jihad yang sebenarnya jika tidak ditujukkan untuk mencari wajah Alloh, untuk meninggikan kalimat Alloh, mengangkat bendera kebenaran, menyingkirkan kebatilan dan mencurahkan tenaga untuk mencari ridha Alloh. Apabila dimaksudkan untuk tujuan selain tujuan tersebut, berupa kedudukan duniawi, maka tidak disebut jihad yang sebenarnya. Barangsiapa berperang untuk mendapatkan kedudukan, meraih harta rampasan, atau untuk menampakkan kebenaran atau untuk mendapat ketenatan, maka ia tidak akan mendapat bagian ganjaran di akhirat kelak dan tidak akan mendapat pahala.

Dari Abu Musa rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam seraya berkata:

“Seorang laki-laki berperang untuk mendapatkan harta rampasan, seorang laki-laki berperang agar disebut-sebut (dikenang), dan seorang laki-laki berperang agar orang melihat kedudukannya, manakah diantara mereka yang berperang di jalan Alloh?” Rosululloh menjawab, “Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Alloh, maka ia telah berperang di jalan Alloh.”

(Muttafaq ‘Alaihi (Shahih Bukhari (VI/27, no. 2810), Shahih Muslim (III/1516, no. 1904), Sunan Abi Dawud (VII/193, no. 2500), Sunan At Tirmidzi (III/100, no. 1697), Sunan Ibnu Majah (II/931, no. 2783))

Read more »

Mengembalikan Kebesaran Islam

aqsha-complete

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imran: 110).

Masa-masa saat ini boleh dibilang sebagai masa-masa tersulit yang tengah dihadapi oleh umat Islam. Seringkali kaum Muslimin mendapatkan cobaan baik berupa fitnah maupun malapetaka lainnya. Di salah satu belahan bumi, kita semua tahu bahwa disana mereka tengah terjajah oleh kaum Yahudi, tanahnya dirampas dan hak untuk menjalankan ibadah pun ikut terampas oleh penjajah Yahudi. Sementara di belahan bumi lainnya, telah terjadi fitnah yang membuat kaum Muslimin menjadi sulit untuk mengamalkan ajaran-ajarannya sendiri, terutama sunnah-sunnah fitrah. Segelintir orang melakukan perbuatan teror dengan mengatasnamakan jihad fi sabilillah akan tetapi justru bertentangan dengan hakikat jihad itu sendiri, buruknya lagi itu malah menjadi mudharat bagi kaum Muslimin. Di satu tempat umat Islam berada dibawah jajahan kaum Yahudi dan di tempat lainnya mendapat cobaan berat hanya karena ulah sebagian saudaranya yang salah kaprah dalam memahami hakikat jihad fi sabilillah.

Read more »

Mengenal Sa’ad bin Abi Waqqash, Sang Pemanah Penjaga Rosululloh

Uhud

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda.

“Siapa yang menembakkan panah sampai ke sasaran dalam jihad di jalan Alloh, maka ia memperoleh satu derajat di surga.”

(HR. Abu Daud (Al ‘Itq, no. 3965) dan An Nasa’i (Al-Jihad, no. 3143)).

Tak banyak yang mengenal sosok Sa’ad bin Abi Waqqash rodhiyallohu ‘anhu padahal beliau adalah satu diantara 10 orang Sahabat yang dijanjikan surga. Sosok ini dikenal sebagai seorang pemanah dalam berbagai peperangan dan penjaga Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam sampai suatu ketika Beliau Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam mendo’akannya. Seorang sahabat yang do’anya senantiasa dikabulkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Read more »

Bila Status Facebook dijadikan ajang Pamer

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

facebookTak dapat disangkal lagi bahwa Facebook telah menjadi semacam candu dan kebutuhan sehari-hari bagi kebanyakan orang, tak terkecuali bagi para tholabul ilmi. Sebagian besar memang memanfaatkan Facebook untuk membangun pertemanan sekalipun justru efek negatif timbul didalamnya (seperti pacaran), namun bagi para tholabul ilmi, Facebook digunakan sebagai salah satu media untuk berdakwah, membangun ukhuwah dan berdagang. Perbedaan nampak jelas terlihat antara Facebook milik tholab dengan Facebook kebanyakan, terutama pada status dan notes. Tholab sering memanfaatkan notes untuk berbagi ilmu, adapun status digunakan untuk menyampaikan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi.

Read more »

Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 4 – Habis)

oleh: Al Ustadz Qomar ZA.

Hilal adalah sebutan untuk sesuatu yang diumumkan dan dikeraskan suara padanya. Maka jika hilal muncul di langit dan manusia tidak mengetahui atau tidak mengumumkannya maka tidak disebut hilal. Demikian pula sebutan syahr diambil dari kata syuhrah (kemasyhuran). Bila tidak masyhur diantara manusia maka berarti bulan belum masuk.

Banyak manusia keliru dalam masalah ini karena sangkaan mereka bahwa jika telah muncul hilal di langit maka malam itu adalah awal bulan, sama saja apakah ini nampak dan masyhur di kalangan manusia dan mereka mengumumkannya ataupun tidak. Padahal tidak seperti itu. Bahkan terlihatnya hilal oleh manusia serta diumumkannya adalah perkara yang harus. Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Puasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa, bukanya kalian adalah ketika kalian berbuka dan hari ‘Iedul Adha kalian adalah hari tatkala kalian menyembelih.”

Read more »

Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 3 dari 4 Tulisan)

oleh: Al Ustadz Qomar ZA hafizahullohu.

Asal permasalahan ini yaitu bahwa Alloh Ta’ala mengaitkan hukum-hukum syar’i dengan nama hilal (bulan sabit) dan syahr (bulan) seperti hukum puasa, berbuka, dan menyembelih. Alloh Ta’ala berfirman:

يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ اْلأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang hilal-hilal. Katakanlah itu untuk manusia dan untuk (ibadah) haji.” (Al-Baqarah: 189)

Alloh Ta’ala terangkan bahwa itu adalah waktu-waktu bagi manusia dan haji. Alloh Ta’ala berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. أَيَّامًا مَعْدُوْدَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنَ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُوْمُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Baqarah: 183-185)

Read more »

Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 2 dari 4 tulisan)

oleh Al Ustadz Qomar ZA hafizahullohu.

Hal yang serupa dinyatakan juga oleh As-Sindi dan Al-Albani sebagaimana akan nampak dalam penjelasan yang akan datang. Jadi ini bukan tugas atau urusan individu atau kelompok tapi ini adalah urusan pemerintah. Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullohu menyebutkan sebuah hadits dalam Silsilah As-Shahihah (1/440):

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ

“Puasa adalah hari puasanya kalian, berbuka adalah hari berbukanya kalian dan ‘Iedul Adha adalah hari kalian menyembelih.” (Shahih, HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullohu dalam Ash-Shohihah, no. 224)

Beliau melanjutkan menerangkan hadits itu, katanya:

”At-Tirmidzi berkata setelah menyebutkan hadits itu: ‘Sebagian ahlul ilmi menafsirkan hadits ini, mengatakan bahwa maknanya adalah berpuasa dan berbuka dilakukan bersama jamaah dan kebanyakan manusia’.”

Read more »

Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah (Bagian 1 dari 4 tulisan)

oleh: Al Ustadz Qomar ZA hafizahullohu.

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa satu-satunya cara yang dibenarkan syariat untuk menentukan awal bulan adalah dengan ru’yah inderawi, yaitu melihat hilal dengan menggunakan mata. Lalu bagaimana dengan adanya perbedaan jarak antara tempat yang satu dengan lainnya, yang berakibat adanya perbedaan tempat dan waktu munculnya hilal? Inilah yang kita kenal dengan ikhtilaf mathali’. Apakah masing-masing daerah berpegang dengan mathla’-nya (waktu munculnya) sendiri ataukah jika terlihat hilal di satu daerah maka semuanya harus mengikuti ? Disini terjadi perbedaan pendapat. Dua pendapat telah disebutkan dalam pertanyaan di atas dan pendapat ketiga bahwa yang wajib mengikuti ru’yah tersebut adalah daerah yang satu mathla’ dengannya.

Dari ketiga pendapat itu, nampaknya yang paling kuat adalah yang mengatakan bahwa jika hilal di satu daerah terlihat maka seluruh dunia harus mengikutinya. Perbedaan mathla’ adalah sesuatu yang jelas ada dan tidak bisa dipungkiri. Namun yang menjadi masalah, apakah perbedaan tersebut berpengaruh dalam hukum atau tidak? Dan menurut madzhab yang kuat perbedaan tersebut tidak dianggap.

Read more »

Ganyang Malaysia, Semangat dan Seruan Jahiliyah Gaya Baru

ganyanghitam

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa yang berperang dibawah panji-panji Jahiliyah, terbakar amarahnya karena fanatisme golongan, menyeru kepada fanatisme golongan atau menolong atas dasar fanatisme golongan, lalu mati, maka kematiannya adalah kematian jahiliyah.”

(HR. Muslim, Ahmad dan An Nasa’i).

Akhir-akhir ini kita begitu sering mendengar slogan-slogan “Ganyang Malaysia” khususnya di dunia maya seperti internet. Banyak situs dan blog saling serang dan saling melempar umpatan. Banyak juga situs-situs Malaysia bahkan yang sangat vital sekalipun menjadi sasaran serangan hacker Indonesia. Jika kita amati dua negeri ini adalah negeri Muslim. Namun mengapa justru perseteruan seperti ini yang terjadi, satu sama lain saling mengejek dan mengumpat, belum lagi serangan-serangan hacker yang marak bermunculan.

Read more »

Hakikat Jihad (3): Niat Yang Ikhlas Karena Alloh

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Alloh dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Alloh) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Alloh. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Hajj: 78).

Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mengetahui tentang keutamaan jihad fi sabilillah dan satu point lagi berupa ancaman bagi orang yang meremehkannya. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bagaimana hukum jihad bom bunuh diri, kita masih perlu membahas beberapa point dulu sebelum sampai pada pembahasan tersebut. Insya Alloh, kali ini kita akan membahas tentang “Niat yang Ikhlas Karena Alloh” mengingat Jihad, sebagaimana pula amalan-amalan lainnya, memerlukan niat yang ikhlas dan benar dalam mengerjakannya serta menjadikan Alloh sebagai satu-satunya sandaran dalam mengerjakan amalan tersebut.

Read more »

Puasa itu Nggak Berat

national-mosque-of-brunei-bru001

Ibadah puasa berat? Wah itu mah nggak bener banget tau. Apalagi sampe nggak puasa. Hanya kemalasan, kurang iman dan tidak ikhlas yang melahirkan keengganan untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan. Bukan lantaran ketidakmampuan. Remaja-remaja seumuran kamu, sebenarnya ‘sangat’ kuat untuk menyelesaikan ibadah yang mesti menjauhi makan dan minum seharian. Buktinya, adik-adik kecil ternyata mampu menahan diri dari makan dan minum. Masak kita yang sudah nggak ingusan lagi ngerasa berat. Malu kan?!

Ada beberapa alasan, kenapa puasa tidak boleh dianggap berat oleh kaum Muslimin umumnya, dan oleh para remaja secara khusus. Sebelum dijelaskan alasan-alasan tersebut, perlu juga diingat-ingat dasar kewajiban puasa Ramadhan dari Al Qur’an yakni Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Read more »

Hakikat Jihad (2): Bahaya Meremehkan Jihad

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Alloh menyesatkannya berdasarkan ilmu-Nya dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan pada penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh (membiarkannya sesat). Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al Jaatsiyah: 23).

Sebagaimana pembahasan sebelumnya, Jihad Fi Sabilillah mempunyai berbagai keutamaan yang besar terlebih lagi ia merupakan amalan tertinggi dalam syari’at Islam. Mengingat besarnya keutamaan tersebut maka ada konsekuensi bagi siapa saja yang meremehkannya. Jika amal ibadah yang lain saja yang lebih ringan dari Jihad kita tidak boleh menganggap remeh, bagaimana dengan amalan yang satu ini, yang merupakan ruhiyah Islam. Insya Alloh pada kesempatan ini kita akan mengangkat permasalahan tentang “Bahaya Meremehkan Jihad”

Read more »

Hakikat Jihad (1): Keutamaan Jihad Fi Sabilillah

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Dan berjihadlah kamu di jalan Alloh dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Alloh) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Alloh. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Hajj: 78).

Bom meledak lagi dan lagi-lagi sang pelaku (atau lebih tepat disebut dalang) beralasan jihad fi sabilillah. Negeri yang telah aman, damai dan tenteram selama kurang lebih 4 tahun secara tiba-tiba berubah menjadi kacau dan mencekam karena serangan bom bunuh diri. Ketenteraman selama 4 tahun pun sirna oleh tindakan yang sangat tidak dibenarkan oleh syari’at. Alasan jihad sama sekali tidak bisa dibenarkan dalam kasus ini. Di satu sisi, memang jihad memiliki keutamaan bahkan orang yang meremehkannya pun sampai mendapat ancaman yang berat. Tetapi di sisi lain kita juga harus melihat seberapa tepatkah jihad itu bisa dilaksanakan, khususnya jihad dalam bentuk peperangan untuk memerangi kaum kuffar. Insya Alloh pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Hakikat Jihad dan akan disajikan dalam beberapa bagian. Adapun yang menjadi pembahasan pertama kita adalah tentang Keutamaan Jihad Fi Sabilillah.

Read more »

Sifat Ar Rahmaan dan Ar Rahiim

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Fatihah: 3).

 

Imam Al Qurthubi rohimahullohu berkata:

“Alloh menyifati diri-Nya dengan ar-Rahmaan dan ar-Rahiim setelah Rabbul ‘aalamin, untuk menyertai anjuran (targhiib) setelah peringatan (tarbiib) sebagaimana Firman-Nya:

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الألِيمُ

“Kabarkan kepada hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hijr: 49-50).

Dan juga Firman-Nya:

إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya Robb-mu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An’aam: 165).”

(Tafsir Al Qurthubi, I/139)

Read more »